Kemakmuran suatu Negara
dapat dilihat dari pendapatan nasional. Pendapatan nasional dipergunakan untuk
menentukan laju tingkat perkembangan ekonomi , mengukur keberhasialan suatu
Negara, dan membandingkan tingkat kesejahteraan rakyat. Selain itu yang perlu dilihat adalah
angka pengangguran , angka pengangguran yang tinggi memperlihat kan sedikitnya
kualitas SDM suatu Negara untuk membangun perekonomian suatu Negara dan begitu
pula sebaliknya. Ada beberapa jenis pengangguran berdasarkan usia kerja yaitu
pengangguran diluar usia kerja dan pengangguran usia kerja Pengangguran juga
menyebabkan beban kepada tenaga kerja produktif semakin berat, disamping itu
secara social tingkat pengangguran yang tinggi mempengaruhi angka kriminalitas
di dalam Negara tersebut. Secara umum tidak ada satupun Negara yang berhasil
membebaskan negaranya 100% dari pengangguran , namun suatu Negara yang makmur ,
adalah Negara yg dapat menyisakan pengangguran hanya untuk mereka yang
memang terpaksa atau belum dapat bekerja.
Selain pendapatan nasional,
kemiskinan dan pengangguran, ada faktor-faktor lain yang mengukur kemakmuran
dan kesejahteraan suatu Negara yakni jumlah penduduk, kualitas pendidikan,
pemukiman , kesehatan dan keamanan.
Sehingga dapat di simpulkan bahwa
kemakmuran suatu Negara dapat dilihat dari pendapatan nasional yang diterima
Negara , akan tetapi pendapatan nasional yang besar belum menentukan kemakmuran
suatu Negara tanpa melihat kondisi ekonomi masyarakat atau penduduk Negara
tersebut. Karena suatu Negara dapat dikatakan makmur apabila dapat mengatasi
masalah ekonomi Negara dan masyarakatnya yang berhubungan dengan pendapatan
nasional, kemiskinan, serta penggangguran.
Apakah pernyataan diatas tersebut
menjamin kesejahteraan penduduknya?
Pernyataan diatas tersebut menjamin
kesejahteraan penduduknya karena kemakmuran suatu Negara dapat dilihat dari
pendapatan nasional yang diterima Negara , akan tetapi pendapatan nasional yang
besar belum menentukan kemakmuran suatu Negara tanpa melihat kondisi ekonomi
masyarakat atau penduduk Negara tersebut. Karena suatu Negara dapat dikatakan
makmur apabila dapat mengatasi masalah ekonomi Negara dan masyarakatnya yang
berhubungan dengan pendapatan nasional, kemiskinan, serta penggangguran.
Karena dengan suatu Negara yang dapat
memakmurkan Negaranya adalah apabila dapat mengatasi masalah ekonomi sehingga
meminimalkan kemisikinan yang terjadi di Negaranya sehingga tidak ada lagi masyarakat
yang merasa serba kekurangan karena dengan adanya masalah kemiskinan tersebut yang
membuat Negara tidak makmur.
Mengapa pertumbuhan penduduk menjadi
salah satu permasalahan dalam pembangunan ekonomi di Negara yang sedang
berkembang?
Karena
dengan adanya pertumbuhan penduduk di Negara berkembang akan mempengaruhi tingkat
pengangguran yang sangat besar jumlahnya dan tersebar di beberapa wilayah. Karena
Negara berkembang memiliki ketergantungan ekonomi, karena perusahaan-perusahaan
besar ada di tangan orang asing, atau negara tersebut masih tergantung pada
luar negeri. Jadi hal tersebut dapat mengakibatkan Negara berkembang menjadi
sulit untuk berkembang karena dengan adanya pertumbuhan penduduk atau angka
kelahiran yang tinggi menyulitkan Negara berkembang untuk pembangunan ekonomi.
Sifat-sifat pertumbuhan
ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sifat-sifat pertumbuhan ekonomi :
1) Suatu Proses
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses, artinya bahwa pembangunan ekonomi itu berlangsung secara terus menerus, bukan merupakan kegiatan yang sifatnya sementara atau insidental.
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses, artinya bahwa pembangunan ekonomi itu berlangsung secara terus menerus, bukan merupakan kegiatan yang sifatnya sementara atau insidental.
2) Usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita
Suatu negara dikatakan terjadi pembangunan ekonomi, jika terjadi kenaikan dalam pendapatan per kapita. Karena kenaikan pendapatan per kapita tersebut merupakan cermin terjadinya kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Suatu negara dikatakan terjadi pembangunan ekonomi, jika terjadi kenaikan dalam pendapatan per kapita. Karena kenaikan pendapatan per kapita tersebut merupakan cermin terjadinya kesejahteraan ekonomi masyarakat.
3) Kenaikan pendapatan per kapita berlangsung
dalam jangka panjang
Pendapatan per kapita, secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi, bukan berarti bahwa pendapatan per kapita harus mengalami kenaikan terus menerus, pada suatu waktu tertentu dapat turun, namun turunnya tidak terlalu besar.
Pendapatan per kapita, secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi, bukan berarti bahwa pendapatan per kapita harus mengalami kenaikan terus menerus, pada suatu waktu tertentu dapat turun, namun turunnya tidak terlalu besar.
4) Kenaikan pendapatan per kapita diikuti dengan
terjadinya perubahan teknologi dan atau kelembagaan
Suatu negara dikatakan terjadi pembangunan ekonomi, bukan saja berarti peningkatan pendapatan per kapita, namun kenaikan pendapatan per kapita yang diikuti pula dengan terjadinya perubahan teknologi. Misalnya di sektor pertanian, yang dulunya pengolahan lahan menggunakan tenaga hewan untuk membajak sawah diganti dengan menggunakan traktor.
Suatu negara dikatakan terjadi pembangunan ekonomi, bukan saja berarti peningkatan pendapatan per kapita, namun kenaikan pendapatan per kapita yang diikuti pula dengan terjadinya perubahan teknologi. Misalnya di sektor pertanian, yang dulunya pengolahan lahan menggunakan tenaga hewan untuk membajak sawah diganti dengan menggunakan traktor.
1. Tanah Dan Kekayaan Alam
Factor
Tanah dan kekayaan alam merupakan factor yang dapat dengan mudah digunakan
untuk mengembangkan perekonomian suatu Negara. Negara dengan kekayaan alam yang
tinggi dan memiliki nilai ekonomi tinggi akan lebih mudah mengembangan
perekonomiannya dibanding dengan Negara yang kurang memeiliki kekayaan alam.
Sumber
alam atau kekayaan alam dapat menarik investor untuk membangun sejumlah
industri. Nilai ekonomi dari kegiatan produksi pengolahan kekayaan alam
ini dapat menjadi basis pengembangan perekonomian jangka panjang. Pertumbuhan
ekonomi beberapa Negara Asian dimulai dari sector pertambangan minyak bumi.
Namun
demikian, perkembangan ekonomi suatu Negara tidaklah berarti sangat bergantung
pada factor tanah dan kekayaan alam. Beberapa Negara justru apat
berkembang perekonomiannya bukan dari sector pertambangannya. Negara Jepang dan
Belanda merupakan contoh Negara yang dapat tumbuh walaupun tidak memiliki
kekayaan alam yang cukup namun dapat berkembang dengan pesat.
2. Mutu Tenaga Kerja Dan Penduduk
Mutu
tenaga kerja dan masyarakat suatu Negara merupakan salah satu factor penting
yang mempengaruhi lau pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Ilmu pengetahuan yang
dimiliki oleh tenaga kerja dan penduduk akam mampu meningkatkan produktivitas
yang tinggi. Tingkat produksi akan bertambah tinggi.
Selain
itu, Jumlah penduduk juga akan mempengaruhi cakupan pangsa pasar menjadi
lebih luas. Jumlah penduduk yang lebih banyak akan mendorong meningkatkan sisi
permintaan. Peningkatan sisi penawaran akan mendorong pengusaha untuk
meningkatkan produksinya.
Dengan
demikian peningkatan mutu tenaga kerja dan jumlah penduduk akan menciptakan
dorongan terhadap pertambahan produksi nasional dan tingkat kegiatan ekonomi.
3. Barang Modal Dan Tingkat Teknologi
Barang
modal menjadi penting dalam perkembangan ekonomi karena dengan barang modalah
sebagian produk dari berbagai industry dihasilkan. Barang modal dapat
mempertinggi efisiensi pertumbuhan ekonomi. Jumlah barang modal akan menentukan
jumlah produk yang akan dihasilkan. Semakin bertambah barang modal
semakin tinggi produksi yang dihasilkan dalam suatu perekonomian
Selain
itu, Kemajuan teknologi juga memberikan peran yang sangat penting dalam
memproduksi barang atau produk secara efisien. Sejumlah Negara dapat
meningkatkan perekonomiannya terutama disebabkan oleh kemajuan
teknologinya. Teknologi memberikan beberapa pengaruh positif yang
dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Teknologi mampu
mempertinggi efisiensi suatu produksi, mampu menciptakan barang modal baru, dan
mampu menghasilkan barang dengan mutu tinggi yang bernilai ekonomi tinggi.
4. Sistem Sosial Dan Sikap Masyarakat
Dibeberapa
Negara berkembang, system social dan sikap masyarakat menjadi penghambat
perkembangan ekonomi yang cukup serius. Beberapa Kebiasaan atau adat istiadat
yang secara tradisional dianut oleh masyarakatnya menolak untuk menggunakan
cara atau alat produksi yang lebih produktif dan efisien. Masyarakat lebih
menyukai menggunakan peralatan yang tidak produktif atau tidak efisien. Pada
masyarakat demikian akan sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih
baik.
Namun
demikian, beberapa Negara memiliki masyarakat dengan sikap yang dapat
memberikan dorongan yang kuat terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi
akan lebih cepat Pada Masyarakat yang memiliki sikap hemat, dan menabungkan
uangnya untuk investasi. Diketahui bahwa investasi memiliki korelasi positif
terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar